Aku terjebak dalam aku
Di keheningan malam bersama rintiknya hujan
Aku melebur dalam sepi
Sepi yang tak kunjung juga pulih
Aku ingin lepas dari aku
Aku tak sanggup berdiri
Aku mengecil , tersungkur dan tersingkir
Sungguh! Bayang - bayang itu selalu muncul menakutkan
Aku ingin lepas , terbang bebas
Aku semakin terjebak dalam aku
Dikebohongan ini aku ingin sudahi
Sudahi merangkak , menggigil yang terpaut bayang hitam
Bergabung bersama mimpi
Mimpi yang pernah kuimpikan
Mimpi - mimpi yang dulu kurangkai
Kurangkai sebegitu indahnya
Kuukir sebegitu eloknya
Aku ingin lepas dari aku
Aku semakin sesak menjadi aku
Aku sadari aku sudah semakin beda
Mungkinkah aku mulai gendats?
11 Februari 2017, Siti Jazimah
Kamis, 03 Agustus 2017
Cerita si Gadis Murung
Dia gadis pendiam dan murung
Di setiap senyumnya ada sedih yang terpendam
Dia gadis pendiam
Tak banyak teman yang mengerti adanya
Mereka tak mau berbagi sedih bersamanya
Mereka tak mau menjadi temannya
Karena ia tak semenyenangkan bagi mereka
Dia si gadis murung
Memikirkan segala tentang hidupnya
Tak banyak yang mau mengerti
Mereka bertanya bukan karena peduli
Mereka hanya sekedar ingin tahu saja
Mereka tak baik seperti kelihatannya
Mereka hanya omong kosong saja
4 Januari 2017, Siti Jazimah
Kamis, 13 April 2017
Sudah Biasa Bosan
Hai hai hai apakabar teman? Lama banget nggak jenguk blog ini. Btw, lagi gabut banget ini di kosan, libur 3 hari cuma di rumah aja, super bosen bosen bosen eitsss sampai lupa padahal nggak pernah kemana mana hahaha. Aku akui sih jarang banget main asekk, nggak kaya anak cewek yang lain, aku lebih suka menikmati sepi sendiri ini. Jadiiii, udah biasa lah kalo kesepian gini, intinya sudah biasa dengan kebosanan ini nggak usah ngeluh ini itu. Walau kadang suka ada muncul pingin kaya anak anak yang lain menikmati mall, jalan jalan, hahahihi sana sini. Tapi aku sadar, aku pingin jadi diriku sendiri lah hahaha (tapi kalo ada yang mau ngajak main boleh kok 😄) . Mumpung lagi super bosen gini, mending upload foto lah di sini daripada kependem di galeri HP doang, lumayan mumpung lagi ada yang nemenin ini, siapa?? Biasa playlist playlist folk hengpong guehh, ada yang bikin nangis, baper, seneng, adem, semangat, ada juga yang cuma enak di dengerin aja tanpa dipahami liriknya. Oke cuss langsung aja upload foto daripada banyakan cingcong hahaha.
1. Ini lagi nonton film London Love Story 2 di Cibinong City Mall, sukses buat kelilipan lah a.k.a mata berair 😁
2. Ini sesi makan makan setelah nonton LLS2 haha
3. Selfi bareng bapak bapak tak dikenal
4. Nonton bareng film Danur Polishing member C
5. Bersama senior senior PO C
6. Temen temen PT Nittoh Presisi Indonesia
7. Main ke hutan Mangrove kawasan Pantai Indah Kapuk
Ini kebanyakan yang ngefoto mbak Arum nih
8. Ini candid terbagus menurutku, pas lagi main hp di Cafe eh tiba tiba mati lampu, sama si mbak Arum a.k.a rumse langsung jepret aja
9. Ini??
Jumat, 06 Januari 2017
Aku Rindu Nada - Nadamu
Aku lahir bersama senyuman dibibirmu
Hitam merekah menutup luka
Nada - nada dari gitarmu
Sapa demi sapa yang kau abaikan
Sungguh aku Rindu
Di mana nada dari plelismu?
Aku menunggu , mencari tak ujung jua nampak
Ku obrak - abrik bukuku
Berharap aku temukan cerita di balik hilangmu
Ku cari disetiap lembaran bukumu
Kau tak nampak juga
Kau bagai hilang ditelan sepi
Di mana kau pergi?
Aku bingung mencarimu
Cepat kembalilah!
Karena aku , merindukanmu!
Siti Jazimah - 17 Desember 2016
📷 Cibinong Bogor 5 Januari 2017
Sepatu dan Jepitku
Sebilah , sebelah sepatuku
Sepatu? Jepit?
Ahh ... Semuanya sama saja
Kan terpasang di sepasang kakiku
Bahkan bila kakiku tak terpasang dibenda itu
Tenang ... Aku masih dapat berjalan
Beralaskan tanah dan kerikil
Melekat , berbaur dengan bumi dan alam
Sungguh lebih indah dari sekedar pujianmu
Sepatu? Jepit?
Mana yang kau suka?
Itu terserah kalian
Sepatu memang mewah
Terlahir dari kulit singa
Taringnya mampu berbaur bersama berlian lainnya
Kerlap , kerlip menyombongkan dirinya
Namun , sesekali taringnya membuat kakiku memerah
Sakit rasanya ...
Jepit?
Mengapa kau sedih?
Kau memang sederhana
Terlahir dari selembar karet , plastik atau barang bekas
Namun , dengan segala kesederhanaanmu itu
Kakiku tau ...
Dia terus menjepit sepotong karet itu
Berharap kau tak terlepas meninggalkannya
Jepit , mungkin kau iri dengan sepatu
Ia selalu diajak sang empunya
Berjalan jauh mengelilingi kota dan gedung tinggi nun mewah megah
Mampir ke restoran dengan menu makan terlezat
Tapi tetap tak pula ia diberi makan
Jepitku?
Apakah kau telah lupa?
Di Kota Tua itu
Kau pernah menemaniku menjadi saksi tertawa senangku
Bertemu pengamen Kota Tua
Bernyanyi menikmati sore senja yang memukau syahdu
Itu sungguh indah bukan?
Untuk kali pertama aku
Berkeliling Jakarta denganmu
Hai Jepitku ...
Siti Jazimah - 14 Desember 2016
📷 Dufan Taman Impian Jaya Ancol 30 November 2016
Ku Merindu di Malam Pekat
Malam ini pekat hitam , gelap
Menakutkan!
Kopi dalam secangkir ini tak sedikitpun terasa manis
Bubuk kopinya membuatku tersedak dengan suasana pilu malam ini
Rindu ini semakin kuat pekat
Merindu pada manusia yang tak juga tanggap
Membawa pada sunyi yang menyayat
Kau tak juga sadar seberapa keras rindu ini
Mengikis batu hingga melebur , membaur dan kabur
Kamu ...
Bangunlah dari tidurmu
Rawatlah rinduku
Karena ...
Malam semakin larut namun rinduku tak juga surut
Siti Jazimah - 23 Desember 2016
Melankolia
Tersungkur di sisa malam
Kosong dan rendah gairah
Puisi yang romantis
Menetes dari bibir
Murung itu sungguh indah
Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah
Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi
Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati
.
.
.
🎶 Pandai Besi - Melankolia
📷 PT Nittoh Presisi Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)























